Rabu, 19 Juni 2013

Manusia dan Kegelisahan

Diposting oleh Eha Julaeha di 16.45

A.    Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah laku, tidak sabar atauapun dalam kecemasan.

Kegelisahan merupakan salah satu ekpresi dari kecemasan. Kegelisahan juga dapat diartikan sebagi kecemasan,kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemaan atua kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seorang yang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

Menurut Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tida macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan(obyektif),kecemasan neorotik dan kecemasan moril.

1.      Kecemasan kenyataan(Obyektif)
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagi akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan dalam arti kata bahwa seorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu ataua keadaan tertentu dari lingkugannya.

2.      Kecemasan Neorotik
    Kecemasan neorotik adalah kecemasan yang timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi atas tiga macam yaitu :
a.      Kecemasana yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri atau takut akana id-nya sendiri sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
b.      Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (Phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah bahwa intensitet kekuatan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakutkannya.
c.       Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini munculnya secara tiba-tina tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan noerotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id meskipun ego dan superego melarangnya.

3.      Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain : Iri,benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa. Misalnya seseorang tang merasa dirinya kurang canti, maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan. Sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan, sehingga kawan-kawannya lebih dinilai lawan. Ketidakmampuannya menyamai kawan-kawannya demikian menimbulkan kecemasan moril.

B.    Sebab-Sebab Orang Gelisah
Sebab – sebab orang gelisah pada hakikatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

C.     Usaha-Usaha Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berfikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

Cara lain yang mungkin juga baik untuk digunakan dalam mengatasi kegelisahan atau kecemasan yaitu dengan memerlukan sedikit permikiran : Pertama-tama Intropeksi diri sendiri, akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan ditanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi, apa penyebabnya dan sebagianya. Yang kedua bersedia menerima akibatnay dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dalam jiwa. Ketiga, dengan bersama-sama berjalannya wakti dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan.

Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh dengan memasrahkan diri kepada Tuhan.

D.    Keterasingan
     Keterasingan berasal dari kata terasing dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.

    Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkanoleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada pada diri seseorang, sehingga ia tidap dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat. Kesalahanyang dibuat seseorang juga dapat membuat orang itu dalam keterasingan dan karena itu ia merasa gelisah.

E.     Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang mengalami kesepian karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu tergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.

Sebab-Sebab Terjadinya Kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal ini seperti tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul dan sebagainnya. Ia lebih senang hidup sendiri.

F.     Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan,tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat berkonsentrasi . Ketidakkonsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab yang jelas pikirannya kacau.

G.    Sebab-Sebab Terjadi Ketidakpastian
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusi selalu menerima rangsang-rangsang lain. Sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang baru.
Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :

1)       Obsesi
Obsese merupakan gejala neurosa jiwa yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tidak menyenangkan atau sebab-sebabya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selallu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.

2)      Phobia
Phobia ialah rasa ketakutan yang terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.

3)      Kompulasi
Kompulasi ialah adanya keraguan-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatab yang serupa berkali.kali. Contohnya keinginan untuk mengambil barang(mencuri), padahal barang itu bermanfaat baginya dam andaikan ingin membeli , mampu juga dia (Kleptomania).

4)      Histeria
Ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekana mental, kekecawan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri,sugesti dari sikap orang lain.

5)      Delusi
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakia akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.

6)      Halusinasi
Khayalan yanng terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Dengan sugesti didri orang dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan,misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakain obat bius. Kadang-kadang karena halusinasi orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan dasarnya, sehingga dengan timbulnya halusinasi sorongan-dorngan itu menemukan sasarannya. Ini nampak dalam perbuatan penderita.

7)      Keadaan emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang berpengaruh oleh emosinya. Ini nampak pada keseluruhan pribadinya : ganguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/rendah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari-larinya, nyanyian, ketawa atau bebicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak nafsu,tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara,diam seribu bahsa,termenung, menyendiri.

H.    Usaha-Usaha Penyembuhan Ketidakpastian
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu tergantung kepada mental si penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.


Sumber :
Buku Seri Diktat MKDU:Ilmu Budaya Dasar oleh Widyo Nugroho dan Achmad Muchji yang diterbitkan oleh Universitas Gunadarma.



0 komentar:

Posting Komentar

 

Eha Julaeha Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting Graphic from Enakei