Kamis, 28 April 2016

Pemrograman Jaringan Menggunakan Java

Diposting oleh Eha Julaeha di 07.47 0 komentar
Dibawah ini merupakan program yang digunakan untuk menampilkan perintah - perintah yang biasa digunakan dalam jaringan dengan menggunakan Java.

1. Program menampilkan IP Address
Listing Program


Logika Program
      Pada listing program diatas digunakan untuk menampilkan IP Address dengan menggunakan bahasa pemrograman java. Pada listing program diatas, program akan melakukan import java.net terlebih dahulu kemudian akan membuat class dengan nama getIP. setelah itu program akan mendeklarasikan InetAddress dengan nama host yang bernilai null, kemudian nilai tersebut diambil dari localhost pada komputer kita. Setelah itu nilai host yang telah diambil dari localhost disimpan dalam byte ip. Terakhir terdapat suatu perulangan yang digunakan untuk mencetak hasil dari IP dalam localhost laptop kita.


Output Program 


2. Program menampilkan nama komputer user
Listing Program


Logika Program
      Pada listing program diatas digunakan untuk menampilkan nama komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman java. Pada listing program diatas, program akan melakukan import java.net terlebih dahulu kemudian akan membuat class dengan nama getName. setelah itu program akan mendeklarasikan InetAddress dengan nama host yang bernilai null, kemudian nilai tersebut diambil dari localhost pada komputer kita. Setelah itu nilai host yang telah diambil digunakan sebagai objek untuk mendapatkan nama komputer dengan menggunakan fungsi getHostName.

Output Program

3. Program menampilkan nama komputer user berdasarkan dengan IP Address

Listing Program


Logika Program
      Pada listing program diatas digunakan untuk menampilkan nama komputer dengan menggunakan IP Address berikut penjelasannya : program akan mengimport java.net terlebih dahulu kemudian membuat class yang diberi nama IPtoName. Pada program ini terdapat percabangan if yang digunakan untuk mengecek apakah panjang array pada fungsi utama sama dengan 0 jika benar maka program akan mencetak "pemakaian : java IPtoName <IP address>". Program akan mengembalikan keawal dan mendeklarasikan kembali nilai variabel host yaitu array 0 dan untuk varaiabel address pada kelas InetAddress yaitu null maksudnya mengembalikan alamat IP dengan nilai null. Pada program ini juga terdapat try dan catch yang digunakan untuk menangkap kesalahan. Jika program menangkap kesalahan maka program akan mencetak Invalid IP - malformed IP dan program akan dikembalikan keawal kembali. Namun jika tidak ditemukan kesalahan maka program akan mencetak nama komputer user. 

Untuk menjalankan program terlebih dahulu melakukan compile dengan perintah "Javac IPtoName.java", IPtoName merupakan nama file java tersebut. Setelah itu, untuk menjalankan file.class nya dengan menggunakan java IPtoName <IP Address komputer kalian>. Apabila tidak memasukan IP Address maka akan muncul pemakaian : java IPtoName <IP Address> 

Output Program


4. Program menampilkan IP Address berdasarkan dengan nama komputer user
Listing Program




Logika Program
      Pada listing program diatas digunakan untuk menampilkan IP Address dengan menggunakan nama komputer user. Program ini merupakan kebalikan dari program diatas, berikut penjelasannya : program akan mengimport java.net terlebih dahulu kemudian membuat class yang diberi nama NSLookup. Pada program ini terdapat percabangan if yang digunakan untuk mengecek apakah panjang array pada fungsi utama sama dengan 0 jika benar maka program akan mencetak "pemakaian : java NSLookup  <hostname>". Program akan mengembalikan keawal dan mendeklarasikan kembali nilai variabel host yaitu array 0 dan untuk varaiabel address pada kelas InetAddress yaitu null maksudnya mengembalikan alamat IP dengan nilai null. Pada program ini juga terdapat try dan catch yang digunakan untuk menangkap kesalahan. Jika program menangkap kesalahan maka program akan mencetak "Unknown host" dan program akan dikembalikan keawal kembali. Namun jika tidak ditemukan kesalahan maka program akan menyimpan nilai address disimpan dalam byte ip dengan menggunakan perintah getAddress. Terakhir terdapat suatu perulangan yang digunakan untuk mencetak hasil dari IP dalam localhost laptop kita.

Untuk menjalankan program terlebih dahulu melakukan compile dengan perintah "Javac NSLookup.java". Setelah itu untuk menjalankan file.class nya dengan menggunakan java IPtoName <nama host komputer kalian>. Apabila tidak memasukan nama host maka akan muncul pemakaian : java  NSLookup <hostname>. 

Output Program


5. Program Client - Server
    Program server 

    Listing Program 

 


Logika Program
      Pada listing program diatas merupakan program client server. Program yang diatas merupakan program server yang digunakan untuk melayani yang diminta oleh client. Saat program dijalankan dan berhasil maka akan tampil “Aplikasi Server Hidup".

Output Program

    
Program Client
Listing Program 


   
Logika Program
      Pada listing program diatas merupakan program client server. Program yang diatas merupakan program client yang digunakan untuk meminta data ke server. Program ini terdapat interaksi antara client dengan server. Program ini dimana meminta masukan kunci dan kunci disini telah di deklarasikan dengan kata “salam” maka ketika mengetikan kata salam maka client akan mendapatkan data dari server yaitu “salam. Namun jika mengetikan kata yang lain selain salam maka client akan mendapatkan data dari server yaitu “maaf, saya tidak mengerti."

Output Program

 








Kamis, 14 April 2016

Pengoperasian Data Qubit, Quantum Gates Dan Algoritma Shor

Diposting oleh Eha Julaeha di 16.12 0 komentar


Pengoperasian Data Qubit

Qubit merupakan kuantum bit, mitra dalam komputasi kuantum dengan digit biner atau bit dari komputasi klasik. Qubit adalah unit dasar informasi dalam komputer kuantum . Dalam komputer kuantum, sejumlah partikel elemental seperti elektron atau foton dapat digunakan (dalam praktek, keberhasilan juga telah dicapai dengan ion), baik dengan biaya mereka atau polarisasi bertindak sebagai representasi dari 0 dan / atau 1. Setiap partikel-partikel ini dikenal sebagai qubit, sifat dan perilaku partikel-partikel ini (seperti yang diungkapkan dalam teori kuantum ) membentuk dasar dari komputasi kuantum. Dua aspek yang paling relevan fisika kuantum adalah prinsip superposisi dan Entanglement

Superposisi, dalam qubit sebagai elektron dalam medan magnet. Spin elektron mungkin baik sejalan dengan bidang, yang dikenal sebagai spin-up, atau sebaliknya ke lapangan, yang dikenal sebagai keadaan spin-down. Mengubah spin elektron dari satu keadaan ke keadaan lain dicapai dengan menggunakan pulsa energi, seperti dari Laser - katakanlah menggunakan 1 unit energi laser. "Tapi bagaimana kalau hanya menggunakan setengah unit energi laser dan benar-benar mengisolasi partikel dari segala pengaruh eksternal?" 

Menurut hukum kuantum, partikel kemudian memasuki superposisi negara, di mana berperilaku seolah-olah itu di kedua negara secara bersamaan. Setiap qubit dimanfaatkan bisa mengambil superposisi dari kedua 0 dan 1. Dengan demikian, jumlah perhitungan bahwa komputer kuantum dapat melakukan adalah 2^n, dimana n adalah jumlah qubit yang digunakan. Sebuah komputer kuantum terdiri dari 500 qubit akan memiliki potensi untuk melakukan 2^500 perhitungan dalam satu langkah. Ini adalah jumlah yang mengagumkan, 2^500 adalah atom jauh lebih dari yang ada di alam semesta (ini pemrosesan paralel benar - komputer klasik saat ini, bahkan disebut prosesor paralel, masih hanya benar-benar melakukan satu hal pada suatu waktu yaitu hanya ada dua atau lebih dari mereka melakukannya). "Tapi bagaimana partikel-partikel ini akan berinteraksi satu sama lain?" Mereka akan melakukannya melalui belitan kuantum.


Quantum Gates

Untuk memanipulasi sebuah qubit, maka menggunakan Quantum Gates (Gerbang Kuantum). Cara kerjanya yaitu sebuah gerbang kuantum bekerja mirip dengan gerbang logika klasik. Gerbang logika klasik mengambil bit sebagai input, mengevaluasi dan memproses input dan menghasilkan bit baru sebagai output.

Quantum Gates atau Gerbang Quantum merupakan sebuah aturan logika atau gerbang logika yang berlaku pada quantum computing. Prinsip kerja dari quantum gates hampir sama dengan gerbang logika pada komputer digital. Jika pada komputer digital terdapat beberapa operasi logika seperti AND, OR, NOT, pada quantum computing gerbang quantum terdiri dari beberapa bilangan qubit, sehingga quantum gates lebih susah untuk dihitung daripada gerang logika pada komputer digital.

Dalam model sirkuit, ilmuwan komputer menganggap perhitungan apapun setara dengan aksi dari sirkuit yang dibangun dari beberapa jenis gerbang logika Boolean bekerja pada beberapa biner (yaitu bit string) masukan. Setiap gerbang logika mengubah bit masukan ke dalam satu atau lebih bit keluaran dalam beberapa mode deterministik menurut definisi dari gerbang dengan menyusun gerbang dalam grafik sedemikian rupa sehingga output dari gerbang awal akan menjadi input gerbang kemudian, ilmuwan komputer dapat membuktikan bahwa setiap perhitungan layak dapat dilakukan. Quantum Logic Gates, Prosedur berikut menunjukkan bagaimana cara untuk membuat sirkuit reversibel yang mensimulasikan dan sirkuit ireversibel sementara untuk membuat penghematan yang besar dalam jumlah ancillae yang digunakan :
  1. Pertama mensimulasikan gerbang di babak pertama tingkat.
  2. Jauhkan hasil gerbang di tingkat d/2 secara terpisah.
  3. Bersihkan bit ancillae.
  4. Gunakan mereka untuk mensimulasikan gerbang di babak kedua tingkat.
  5. Setelah menghitung output, membersihkan bit ancillae.
  6. Bersihkan hasil tingkat d/2.

Algoritma Shor

Algoritma yang ditemukan oleh Peter Shor pada tahun 1995. Dengan menggunakan algoritma ini, sebuah komputer kuantum dapat memecahkan sebuah kode rahasia yang saat ini secara umum digunakan untuk mengamankan pengiriman data. Kode yang disebut kode RSA ini, jika disandikan melalui kode RSA, data yang dikirimkan akan aman karena kode RSA tidak dapat dipecahkan dalam waktu yang singkat. Selain itu, pemecahan kode RSA membutuhkan kerja ribuan komputer secara paralel sehingga kerja pemecahan ini tidaklah efektif.

Algoritma Shor terdiri dari dua bagian:
  • Penurunan yang bisa dilakukan pada komputer klasik, dari masalah anjak untuk masalah ketertiban -temuan.
  • Sebuah algoritma kuantum untuk memecahkan masalah order -temuan.
Algoritma Shor bergantung pada hasil dari teori bilangan. Hasil ini adalah: fungsi periodik. Dalam konteks algoritma Shor, n akan menjadi bilangan yang akan difaktorkan. Jika dua bilangan tersebut adalah coprime itu berarti bahwa pembagi umumnya adalah 1. Perhitungan fungsi ini untuk jumlah eksponensial, dari itu akan mengambil waktu eksponensial pada komputer klasik. Algoritma Shor memanfaatkan paralelisme kuantum untuk melakukan jumlah eksponensial operasi dalam satu langkah.




Sumber : 
http://debrittozor.blogspot.co.id/2015/06/quantum.html
https://cinoyraz.wordpress.com/2013/07/26/pengantar-quantum-computation/
http://mamz.weebly.com/quantum-computation.html
 

Eha Julaeha Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting Graphic from Enakei