Selasa, 14 Juni 2016

Parallel Computing

Diposting oleh Eha Julaeha di 07.48 0 komentar
Konsep Parallel

Parallel Processing adalah kemampuan menjalankan tugas atau aplikasi lebih dari satu aplikasi dan dijalankan secara simultan atau bersamaan pada sebuah komputer. Secara umum, parallel processing adalah sebuah teknik dimana sebuah masalah dibagi dalam beberapa masalah kecil untuk mempercepat proses penyelesaian masalah.



Untuk lebih jelas bisa dilihat di klik disini ..

Minggu, 22 Mei 2016

DNS, Mail Server, FTP, DHCP, Web Server

Diposting oleh Eha Julaeha di 02.20 0 komentar
Domain Name Server (DNS)
DNS yang kepanjangan dari Domain Name Server. Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

Konfigurasi Domain Name System
Untuk melihat lebih detail konfigurasi domain name system pada Debian yaitu
Langkah 1
Lakukan penginstallan bind9 dan jalankan perintah  server-debian:~# apt-get install bind9 pada terminal dan tekan enter. Kemudian memasukkan DVD dan tekan enter. Seperti gambar dibawah ini :

Langkah 2
Langkah selanjutnya yaitu membuat zone forward dab zone reserse dengan menambahkan pada file /etc/bind.named.conf.local dengan menggunakan perintah  server-debian:~# vim /etc/bind/named.conf.local. Untuk memasukan script tersebut dengan menekan tombol insert dan script tersebut ditambahkan di baris paling akhir. Berikut scriptnya :

zone “linuxdebian.or.id” {
type master;
file “db.forward”;
};
zone “0.168.192.in-addr.arpa” {
type master;
file “db.reverse”;
};

Setelah menambahkan script tersebut kemudian tekan tombol esc dan ketikan perintah :wq. Perintah tersebut digunakan untuk menyimpan dan keluar.

Langkah 3
Untuk membuat zone forward dengan membuat folder baru pada direktori var/cache/bind/ dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /var/cache/bind/forward dan kemudian tekan insert untuk menambahkan script dibawah ini :

@ IN SOA server-debian.linuxdebian.or.id.admin.linuxdebian.or.id.(
2009061601
28800
14400
3600000
86400 )
@ IN NS server-debian.linuxdebian.or.id.
IN MX 10 mail.linuxdebian.or.id.
server-debian IN A 192.168.0.5
www IN CNAME server-debian
ftp IN CNAME server-debian
mail IN CNAME server-debian

Setelah itu simpan script tersebut dengan menekan tombol ecs dan ketik perintah :wq

Langkah 4
Untuk membuat zone reverse, dengan membuat folder baru pada direktori var/cache/bind/ dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /var/cache/bind/reverse dan tekan insert untuk menambahkan script dibawah ini

@ IN SOA server-debian.linuxdebian.or.id.admin.linuxdebian.or.id.(
2009061602
28800
14400
3600000
86400 )
IN NS server-debian.linuxdebian.or.id.
5 IN PTR server-debian.linuxdebian.or.id.


Untuk menyimpan script tersebut dengan menekan tombol esc dan mengetikan perintah :wq

Langkah 5
Setelah membuat zone reverse yaitu menambahkan DNS Server untuk dijadikan forwarders atau DNS local yang ditambahkan pada file /etc/bind/named.conf.options dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /etc/bind/named.conf.options dan tekan insert untuk menambahkan 2 IP Address yang merupakan DNS ISP seperti di bawah ini :

Setelah itu simpan script tersebut dengan menekan tombol esc dan mengetikan perintah :wq.

Langkah 6
Langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan pengaturan pada file /etc/resolv.conf dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /etc/resolv.conf dan tambahkan script seperti dibawah ini
search linuxdebian.or.id.
nameserver 192.168.0.5
nameserver 118.98.224.2
nameserver 118.98.224.3



Langkah 7
Setelah melakukan pengaturan kemudian melakukan restart pada paket bind9 dengan menggunakan perintah server-debian:~# /etc/init.d/bind9 restart


Langkah 8
Langkah terakhir yaitu mengecek apakah DNS yang telah dikonfigurasi berhasil atau tidak dengan mengetikan perintah :
server-debian:~# nslookup server-debian.linuxdebian.or.id
server-debian:~# nslookup 192.168.0.5


Mail Server
Adalah Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa http://FTP.

Prinsip kerja mail server yaitu:
  • Jika ada mail local maupun mail remote yang mepergunakan SMTP, diletakkan kedalam direktori /var/mail/postfix/maildrop.
  • Di sini akan dicek host, domain, maupun user name yang dituju. Pengecekan juga termasuk yang didefinisikan di /etc/aliases dan ~/.forward. Jika bermasalah, mail akan dikembalikan ke pengirim. Bisanya ada satu tembusan ke postmaster.
  • Dari maildrop, mail akan di clean up dengan menambah header dan meletakkan di direktori /var/mail/postfix/imcoming. Disini program queue manager akan diaktifkan.
  • Queue manager akan memisahkan mail-mail yang ditujukan untuk jaringan local dan mail yang ditujukan untuk host jaringan remot. Jika ada mail yang macet, Queue Manager akan memilahnya sehingga tidak mempengaruhi pengaturan mail lainnya.
  • Trivial-rewrite adalah program yang dipanggil oleh Queue Manager untuk resolving alamat dari tujuan surat. Software client mail yang digunakan adalah squirrelmail versi 1.4.20. squirrelmail 1.4.20 merupakan client mail berbasis web. Keuntungan client mail berbasis web yaitu user tidak perlu mengatut konfigurasi mail client. Sehingga user cukup hanya mengetahui user name, password, dan URL/IP address ke mail client.
Konfigurasi Mail Server Pada Debian
Untuk konfigurasi mail server pada debian yaitu seperti dibawah ini :

Langkah 1
Langkah pertama yaitu melakukan penginstallan pada paket postfix, courier-imap, squirrelmain dengan mengetikan perintah server-debian:~# apt-get install postfix courier-imap squirrelmail


Kemudian pilih “yes” dan tekan tombol enter untuk melanjutkan installan tersebut.


Untuk melanjutkan proses penginstallan dengan menekan “OK”.


Kemudian akan muncul tampilan postfix configuration dan pilih Internet Site dan tekan tombol enter.


Kemudian masukan domain name pada system mail name yang digunakan sebagai alamat email dari mail server. Setelah itu, tekan enter untuk melanjutkan proses penginstallan.


Langkah 2
Setelah itu, melakukan perubahan pada file /etc/postfix/main.cf dan ketikan perintah server-debian:~# vim /etc/postfix/main/cf. Kemudian lakukan perubahan pada kode program yang ada dengan kode program dibawah ini :

myhostname = server-debian.linuxdebian.or.id
alias_maps = hash:/etc/aliases
alias_database = hash:/etc/aliases
myorigin = server-debian.linuxdebian.or.id
mydestination = linuxdebian.or.id, server-debian.linuxdebian.or.id,
localhost.linuxdebian.or.id, localhost, $myhostname, $myorigin
relayhost = mynetworks = 127.0.0.0/8 [::ffff:127.0.0.0]/104 [::1]/128 192.168.0.0/24
#mailbox_command = procmail -a “$EXTENSION”
mailbox_size_limit = 0
recipient_delimiter = +
inet_interfaces = all
home_mailbox = Maildir/


Langkah 3
Untuk langkah ke 3 lakukan pengaturan pada squirrelmail dnegan menggunakan perintah server-debian:~# /etc/squirrelmail/conf.pl. Kemudian pilih Server setting dan tekan enter.

Kemudian akan muncul tampilan server settings dan pilih no 1 kemudian tekan enter. Setelah itu, masukan nama domain dan tekan tombol enter.

Setelah tombol enter akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan tekan tombol r. Kemudian tekan tombol enter yang digunakan untuk kembali ke menu awal.


Kemudian akan muncul tampilan menu awal dan tekan tombol d yang digunakan untuk melakukan pengaturan server imap.


Setelah itu, mengetikan perintah courier dan tekan tombol enter.


Kemudian tekan tombol s dan tekan enter untuk menyimpan konfigurasi.


Untuk keluar dari konfigurasi tekan q kemudian tekan enter.


Langkah 4
Untuk menyimpan email yang masuk dengan membuat directory pada directory /etc/skel dan ketikan perintah server-debian:~# maildirmake / etc/skel/Maildir

Langkah 5
Langkah selanjutnya yaitu dengan membuat symlink yang digunakan untuk squirrelmail dengan menggunakan perintah server-debian:~# ln -s /etc/squirrelmail/apache.conf /etc/apache2/conf.d/squirrelmail.conf

Langkah 6
Kemudian lakukan perubahan file pada /etc/apache2/conf.d/squirrelmail.conf. dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /etc/apache2/conf.d/squirrelmail.conf.
Setelah itu, lakukan perubahan pada /squirrelmail menjadi /webmail dengan menggunakan perintah seperti gambar dibawah ini :


Langkah 7
Lakukan restart pada layanan postfix, courier-imap dan apache2 dengan menggunakan perintah
server-debian:~# /etc/init.d/postfix restart
server-debian:~# /etc/init.d/courier-imap restart
server-debian:~# /etc/init.d/apache2 restart


Langkah 8
Kemudian membuat user baru contoh dengan menggunakan nama guest. Pada user ini akan digunakan untuk mencoba mail server dengan menggunakan perintah server-debian:~# adduser guest.

Langkah 9
Langkah terakhir dengan melakukan pengetesan pada mail server dengan menggunakan perintah server-debian:~# links http://www.linuxdebian.or.id/webmail. Untuk login dengan menggunakan user dan password yang telah dibuat sebelumnya


Dan lakukan pengetesan mail server dengan mengirimkan email ke user sendiri dengan cara pilih compose dan tuliskan pesan yang akan dikirimkan.


Untuk mengetahui apakah konfigurasi mail server yang telah dikonfigurasi berhasil dengan ditandai email yang dikirim telah diterima.


FTP
FTP adalah salah satu dari pelayanan Internet yang banyak digunakan. Dengan FTP pemakai dapat menyalin file-file dari satu komputer ke komputer yang lain. File-file tersebut dapat berisi segala macam informasi yang dapat disimpan dalam sebuah komputer, misalnya : teks ASCII, teks terformat, gambar, suara, dan lain-lain.

User menggunakan fasilitas ftp dengan menggunakan program ftp client. Pada sistem operasi UNIX yang telah dilengkapi dengan TCP/IP telah disertakan pula program ftp, sedangkan untuk sistem operasi lainnya harus ditambahkan misal :
  • WS FTP untuk Windows 3.1 dan Windows NT, dan Windows 95 
  • FTP Chameleon Minuet, dan NCSA ftpbin untuk DOS
Di dalam pemakaian FTP, dikenal ada 2 macam hak akses bagi pemakai, yakni : 
  • Setiap pemakai dapat menggunakan FTP untuk mengakses sebuah host (dengan gratis). Hal ini dikenal sebagai anonymous FTP. Pemakaian anonymous FTP ini adalah dengan cara memasukkan loginnya anonymous dan passwordnya dapat berupa alamat mail atau guest atau tanpa password (tergantung dari host yang akan dituju). 
  • Hanya pemakai tertentu saja yang dapat menggunakan FTP untuk mengakses sebuah host (biasanya pemakai tersebut merupakan anggotanya - dengan biaya tertentu). Pemakaian FTP ini adalah dengan cara memasukkan loginnya dan passwordnya sesuai dengan yang telah didaftarkan sebelumnya.
Konfigurasi FTP pada Debian
Untuk melihat konfigurasi FTP pada debian terdapat pada blog saya sebelumnya yaitu https://ehajulaeha27.blogspot.co.id/2015/11/konfigurasi-ftp-pada-debian_28.html (Klik Disini)

DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang meminta IP Address disebut dengan DHCP Client sedangkan komputer yang memberikan IP Address disebut sebagai DHCP Server. Dengan demikian Administrator tidak perlu lagi memberikan IP Address secara manual tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server. IP Address diberikan bersama dengan subnet mask, dan default gateway. IP Address dipinjamkan dalam masa waktu tertentu yang disebut dengan lease periode. Bisa dalam hitungan hari, jam atau menit.

Konfigurasi DHCP pada Debian
Untuk melihat konfigurasi DHCP pada debian terdapat pada blog saya yang sebelumnya berikut linknya https://ehajulaeha27.blogspot.co.id/2015/11/konfigurasi-dhcp-pada-debian.html (Klik Disini)

Web Server
Web Server adalah software server yang menjadi tulang belakang dari World Wide Web (WWW). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti netscape navigator, Internet Explorer, modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu dan kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data ini mempunyai format yang standar disebut dengan format SGML ( Standard General Markup Language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser itu. Contohnya ialah bila data yang dikirim berupa data gambar, browser yang hanya mampu menampilkan text (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkannya dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja. Web Server, untuk berkomunikasi dengan clientnya (web browser) mempunyai protokol sendiri yaitu HTTP (HyperText Transfer Protocol). Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan clientnya (browser) dapat saling dimengerti dan lebih mudah.

Konfigurasi Web Server pada Debian

Untuk melihat konfigurasi Web Server pada debian terdapat pada blog saya yang sebelumnya berikut linknya yaitu https://ehajulaeha27.blogspot.co.id/2015/11/konfigurasi-web-server-pada-debian.html (Klik Disini)



Sumber : 

  • http://directory.umm.ac.id/Operating%20System%20Ebook/SUSE/suse7.pdf
  • http://directory.umm.ac.id/Operating%20System%20Ebook/Windows/Windows%202003/Memahami%20DHCP%20pada%20windows%202003.pdf
  • http://blogekospeed.blogspot.co.id/2013/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html
  • http://idkf.bogor.net/linux-heboh/September%202001/internet-5-file-transfer-protocol.pdf
  • http://download1334.mediafire.com/8o2600o269ag/11c4phzxc2hjdtd/RahasiaDNS.pdf

Kamis, 28 April 2016

Pemrograman Jaringan Menggunakan Java

Diposting oleh Eha Julaeha di 07.47 0 komentar
Dibawah ini merupakan program yang digunakan untuk menampilkan perintah - perintah yang biasa digunakan dalam jaringan dengan menggunakan Java.

1. Program menampilkan IP Address
Listing Program


Logika Program
      Pada listing program diatas digunakan untuk menampilkan IP Address dengan menggunakan bahasa pemrograman java. Pada listing program diatas, program akan melakukan import java.net terlebih dahulu kemudian akan membuat class dengan nama getIP. setelah itu program akan mendeklarasikan InetAddress dengan nama host yang bernilai null, kemudian nilai tersebut diambil dari localhost pada komputer kita. Setelah itu nilai host yang telah diambil dari localhost disimpan dalam byte ip. Terakhir terdapat suatu perulangan yang digunakan untuk mencetak hasil dari IP dalam localhost laptop kita.


Output Program 


2. Program menampilkan nama komputer user
Listing Program


Logika Program
      Pada listing program diatas digunakan untuk menampilkan nama komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman java. Pada listing program diatas, program akan melakukan import java.net terlebih dahulu kemudian akan membuat class dengan nama getName. setelah itu program akan mendeklarasikan InetAddress dengan nama host yang bernilai null, kemudian nilai tersebut diambil dari localhost pada komputer kita. Setelah itu nilai host yang telah diambil digunakan sebagai objek untuk mendapatkan nama komputer dengan menggunakan fungsi getHostName.

Output Program

3. Program menampilkan nama komputer user berdasarkan dengan IP Address

Listing Program


Logika Program
      Pada listing program diatas digunakan untuk menampilkan nama komputer dengan menggunakan IP Address berikut penjelasannya : program akan mengimport java.net terlebih dahulu kemudian membuat class yang diberi nama IPtoName. Pada program ini terdapat percabangan if yang digunakan untuk mengecek apakah panjang array pada fungsi utama sama dengan 0 jika benar maka program akan mencetak "pemakaian : java IPtoName <IP address>". Program akan mengembalikan keawal dan mendeklarasikan kembali nilai variabel host yaitu array 0 dan untuk varaiabel address pada kelas InetAddress yaitu null maksudnya mengembalikan alamat IP dengan nilai null. Pada program ini juga terdapat try dan catch yang digunakan untuk menangkap kesalahan. Jika program menangkap kesalahan maka program akan mencetak Invalid IP - malformed IP dan program akan dikembalikan keawal kembali. Namun jika tidak ditemukan kesalahan maka program akan mencetak nama komputer user. 

Untuk menjalankan program terlebih dahulu melakukan compile dengan perintah "Javac IPtoName.java", IPtoName merupakan nama file java tersebut. Setelah itu, untuk menjalankan file.class nya dengan menggunakan java IPtoName <IP Address komputer kalian>. Apabila tidak memasukan IP Address maka akan muncul pemakaian : java IPtoName <IP Address> 

Output Program


4. Program menampilkan IP Address berdasarkan dengan nama komputer user
Listing Program




Logika Program
      Pada listing program diatas digunakan untuk menampilkan IP Address dengan menggunakan nama komputer user. Program ini merupakan kebalikan dari program diatas, berikut penjelasannya : program akan mengimport java.net terlebih dahulu kemudian membuat class yang diberi nama NSLookup. Pada program ini terdapat percabangan if yang digunakan untuk mengecek apakah panjang array pada fungsi utama sama dengan 0 jika benar maka program akan mencetak "pemakaian : java NSLookup  <hostname>". Program akan mengembalikan keawal dan mendeklarasikan kembali nilai variabel host yaitu array 0 dan untuk varaiabel address pada kelas InetAddress yaitu null maksudnya mengembalikan alamat IP dengan nilai null. Pada program ini juga terdapat try dan catch yang digunakan untuk menangkap kesalahan. Jika program menangkap kesalahan maka program akan mencetak "Unknown host" dan program akan dikembalikan keawal kembali. Namun jika tidak ditemukan kesalahan maka program akan menyimpan nilai address disimpan dalam byte ip dengan menggunakan perintah getAddress. Terakhir terdapat suatu perulangan yang digunakan untuk mencetak hasil dari IP dalam localhost laptop kita.

Untuk menjalankan program terlebih dahulu melakukan compile dengan perintah "Javac NSLookup.java". Setelah itu untuk menjalankan file.class nya dengan menggunakan java IPtoName <nama host komputer kalian>. Apabila tidak memasukan nama host maka akan muncul pemakaian : java  NSLookup <hostname>. 

Output Program


5. Program Client - Server
    Program server 

    Listing Program 

 


Logika Program
      Pada listing program diatas merupakan program client server. Program yang diatas merupakan program server yang digunakan untuk melayani yang diminta oleh client. Saat program dijalankan dan berhasil maka akan tampil “Aplikasi Server Hidup".

Output Program

    
Program Client
Listing Program 


   
Logika Program
      Pada listing program diatas merupakan program client server. Program yang diatas merupakan program client yang digunakan untuk meminta data ke server. Program ini terdapat interaksi antara client dengan server. Program ini dimana meminta masukan kunci dan kunci disini telah di deklarasikan dengan kata “salam” maka ketika mengetikan kata salam maka client akan mendapatkan data dari server yaitu “salam. Namun jika mengetikan kata yang lain selain salam maka client akan mendapatkan data dari server yaitu “maaf, saya tidak mengerti."

Output Program

 








Kamis, 14 April 2016

Pengoperasian Data Qubit, Quantum Gates Dan Algoritma Shor

Diposting oleh Eha Julaeha di 16.12 0 komentar


Pengoperasian Data Qubit

Qubit merupakan kuantum bit, mitra dalam komputasi kuantum dengan digit biner atau bit dari komputasi klasik. Qubit adalah unit dasar informasi dalam komputer kuantum . Dalam komputer kuantum, sejumlah partikel elemental seperti elektron atau foton dapat digunakan (dalam praktek, keberhasilan juga telah dicapai dengan ion), baik dengan biaya mereka atau polarisasi bertindak sebagai representasi dari 0 dan / atau 1. Setiap partikel-partikel ini dikenal sebagai qubit, sifat dan perilaku partikel-partikel ini (seperti yang diungkapkan dalam teori kuantum ) membentuk dasar dari komputasi kuantum. Dua aspek yang paling relevan fisika kuantum adalah prinsip superposisi dan Entanglement

Superposisi, dalam qubit sebagai elektron dalam medan magnet. Spin elektron mungkin baik sejalan dengan bidang, yang dikenal sebagai spin-up, atau sebaliknya ke lapangan, yang dikenal sebagai keadaan spin-down. Mengubah spin elektron dari satu keadaan ke keadaan lain dicapai dengan menggunakan pulsa energi, seperti dari Laser - katakanlah menggunakan 1 unit energi laser. "Tapi bagaimana kalau hanya menggunakan setengah unit energi laser dan benar-benar mengisolasi partikel dari segala pengaruh eksternal?" 

Menurut hukum kuantum, partikel kemudian memasuki superposisi negara, di mana berperilaku seolah-olah itu di kedua negara secara bersamaan. Setiap qubit dimanfaatkan bisa mengambil superposisi dari kedua 0 dan 1. Dengan demikian, jumlah perhitungan bahwa komputer kuantum dapat melakukan adalah 2^n, dimana n adalah jumlah qubit yang digunakan. Sebuah komputer kuantum terdiri dari 500 qubit akan memiliki potensi untuk melakukan 2^500 perhitungan dalam satu langkah. Ini adalah jumlah yang mengagumkan, 2^500 adalah atom jauh lebih dari yang ada di alam semesta (ini pemrosesan paralel benar - komputer klasik saat ini, bahkan disebut prosesor paralel, masih hanya benar-benar melakukan satu hal pada suatu waktu yaitu hanya ada dua atau lebih dari mereka melakukannya). "Tapi bagaimana partikel-partikel ini akan berinteraksi satu sama lain?" Mereka akan melakukannya melalui belitan kuantum.


Quantum Gates

Untuk memanipulasi sebuah qubit, maka menggunakan Quantum Gates (Gerbang Kuantum). Cara kerjanya yaitu sebuah gerbang kuantum bekerja mirip dengan gerbang logika klasik. Gerbang logika klasik mengambil bit sebagai input, mengevaluasi dan memproses input dan menghasilkan bit baru sebagai output.

Quantum Gates atau Gerbang Quantum merupakan sebuah aturan logika atau gerbang logika yang berlaku pada quantum computing. Prinsip kerja dari quantum gates hampir sama dengan gerbang logika pada komputer digital. Jika pada komputer digital terdapat beberapa operasi logika seperti AND, OR, NOT, pada quantum computing gerbang quantum terdiri dari beberapa bilangan qubit, sehingga quantum gates lebih susah untuk dihitung daripada gerang logika pada komputer digital.

Dalam model sirkuit, ilmuwan komputer menganggap perhitungan apapun setara dengan aksi dari sirkuit yang dibangun dari beberapa jenis gerbang logika Boolean bekerja pada beberapa biner (yaitu bit string) masukan. Setiap gerbang logika mengubah bit masukan ke dalam satu atau lebih bit keluaran dalam beberapa mode deterministik menurut definisi dari gerbang dengan menyusun gerbang dalam grafik sedemikian rupa sehingga output dari gerbang awal akan menjadi input gerbang kemudian, ilmuwan komputer dapat membuktikan bahwa setiap perhitungan layak dapat dilakukan. Quantum Logic Gates, Prosedur berikut menunjukkan bagaimana cara untuk membuat sirkuit reversibel yang mensimulasikan dan sirkuit ireversibel sementara untuk membuat penghematan yang besar dalam jumlah ancillae yang digunakan :
  1. Pertama mensimulasikan gerbang di babak pertama tingkat.
  2. Jauhkan hasil gerbang di tingkat d/2 secara terpisah.
  3. Bersihkan bit ancillae.
  4. Gunakan mereka untuk mensimulasikan gerbang di babak kedua tingkat.
  5. Setelah menghitung output, membersihkan bit ancillae.
  6. Bersihkan hasil tingkat d/2.

Algoritma Shor

Algoritma yang ditemukan oleh Peter Shor pada tahun 1995. Dengan menggunakan algoritma ini, sebuah komputer kuantum dapat memecahkan sebuah kode rahasia yang saat ini secara umum digunakan untuk mengamankan pengiriman data. Kode yang disebut kode RSA ini, jika disandikan melalui kode RSA, data yang dikirimkan akan aman karena kode RSA tidak dapat dipecahkan dalam waktu yang singkat. Selain itu, pemecahan kode RSA membutuhkan kerja ribuan komputer secara paralel sehingga kerja pemecahan ini tidaklah efektif.

Algoritma Shor terdiri dari dua bagian:
  • Penurunan yang bisa dilakukan pada komputer klasik, dari masalah anjak untuk masalah ketertiban -temuan.
  • Sebuah algoritma kuantum untuk memecahkan masalah order -temuan.
Algoritma Shor bergantung pada hasil dari teori bilangan. Hasil ini adalah: fungsi periodik. Dalam konteks algoritma Shor, n akan menjadi bilangan yang akan difaktorkan. Jika dua bilangan tersebut adalah coprime itu berarti bahwa pembagi umumnya adalah 1. Perhitungan fungsi ini untuk jumlah eksponensial, dari itu akan mengambil waktu eksponensial pada komputer klasik. Algoritma Shor memanfaatkan paralelisme kuantum untuk melakukan jumlah eksponensial operasi dalam satu langkah.




Sumber : 
http://debrittozor.blogspot.co.id/2015/06/quantum.html
https://cinoyraz.wordpress.com/2013/07/26/pengantar-quantum-computation/
http://mamz.weebly.com/quantum-computation.html

Sabtu, 26 Maret 2016

Virtualisasi

Diposting oleh Eha Julaeha di 03.01 0 komentar
Ada dua istilah yang sedang popouler saat ini dalam hal teknologi komputasi, yaitu Virtualisasi dan Cloud computing, namun saat ini sepertinya banyak yang menganggap bahwa virtualisasi dan cloud computing adalah hal yang sama, padahal sebenarnya cloud computing itu lebih dari sekedar virtualisasi.

Virtualisasi adalah sebuah teknologi, yang memungkinkan anda untuk membuat versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik, misalnya sistem operasi, storage data atau sumber daya jaringan. Proses tersebut dilakukan oleh sebuah software atau firmware bernama Hypervisor. Hypervisor inilah yang menjadi nyawanya virtualisasi, karena dialah layer yang "berpura - pura" menjadi sebuah infrastruktur untuk menjalankan beberapa virtual machine. Dalam prakteknya, dengan membeli dan memiliki satu buah mesin, anda seolah - olah memiliki banyak server, sehingga anda bisa mengurangi pengeluaran IT untuk pembelian server baru, komponen, storage, dan software pendukung lainnya. 

Selain itu, Virtualisasi adalah membuat sebuah simulasi dari perangkat keras, sistem operasi, jaringan maupun yang lainnya. Di bidang teknologi informasi, virtualisasi digunakan sebagai sarana untuk improvisasi skalabilitas dari perangkat keras yang ada.
Dengan virtualisasi, beberapa sistem operasi dapat berjalan secara bersamaan pada satu buah komputer. Hal ini tentunya dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan.

Perangkat lunak yang digunakan untuk menciptakan virtual machine pada host machine biasa disebut sebagai hypervisor atau Virtual Machine Monitor (VMM). Menurut Robert P. Goldberg dalam tesisnya yang berjudul Architectural Principles For Virtual Computer Systems pada hal 23 menyebutkan bahwa tipe-tipe dari VMM ada 2 yaitu:

Type 1 berjalan pada fisik komputer yang ada secara langsung. Pada jenis ini hypervisor/VMM benar-benar mengontrol perangkat keras dari komputer host-nya. Termasuk mengontrol sistem operasi-sistem operasi guest-nya. Contoh implementasi yang ada adalah KVM dan OpenVZ. Adapun contoh yang lain seperti VMWare ESXi dan Microsoft Hyper-V.  

                                           Gufron Rajo Kaciak

Type 2 berjalan pada sistem operasi diatasnya. Pada tipe ini sistem operasi guest berada diatas sistem operasi host. Contoh tipe ini adalah VirtualBox.

                           Gufron Rajo Kaciak


Sumber :
http://djuneardy.blogspot.co.id/2015/03/cloud-computing-pengertian-cloud.html
http://defrizzz.blogspot.co.id/2015/04/pengantar-komputasi-cloud.html


 

Eha Julaeha Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting Graphic from Enakei