Jumat, 30 November 2012

Masalah sosial "Tawuran"

Diposting oleh Eha Julaeha di 00.48 0 komentar

Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi       :  Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya         : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis        : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis     : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

Disini saya akan membahas masalah sosial tentang TAWURAN ANTAR PELAJAR.
Mungkin kita tidak asing lagi dengan kata-kata Tawuran antar pelajar. Tawuran antar pelajar sudah banyak sekali terjadi di Indonesia ini baik di kota besar ataupun kota-kota kecil. Peristiwa ini termasuk masalah sosial dalam faktor budaya karena perbedaan yang terjadi dalam masyarakat sehingga terjadilah tawuran. Contohnya saja pada tanggal 24 September 2012 telah terjadi tawuran antar dua Sekolah Menengah Atas di Jakarta yaitu SMAN 6 Jakarta dan SMAN 70 Jakarta. Menurut salah satu media massa yang saya baca, tawuran tersebut terjadi tanpa ada adu mulut sebelumnya. Tawuran yang terjadi pada 2 sekolah tersebut bukan yang terjadi pertama kali tapi sudah terjadi berulang kali.

 “Siapa saja para pelaku sosialnya?”
Para Pelajar kedua sekolah tersebut, Pihak Sekolah, Kepolisian dan Pemerintah. Namun selain itu orang tua juga termasuk pelaku sosial.

 “Cara Penanganannya?”
Pemerintah berusaha mencari solusi untuk menangani masalah tersebut. Namun  masih saja masalah sosial tersebut terjadi.

Lalu harus bagaimana seharusnya?

Menurut saya, dari pihak sekolah selalu mengadakan kegiatan yang bermanfaat seperti pekan olahraga setiap minggu antar sekolah, mengadakan bimbingan dari pihak sekolah untuk mengisi jam BK di sekolah dan juga memberikan sanksi yang tegas. Dari pihak orang tua juga harus lebih mengawasi dan memperhatikan anak-anaknya. Selain itu orang tua juga jangan terlalu mengekang anak-anaknya. Selain dari peran orang tua dan pihak sekolah, harus ada peran pemerintah disini yaitu dengan lebih menegakkan hukum, sanksi dan disiplin yang lebih tegas.

Jumat, 23 November 2012

Masalah Sosial "Kemiskinan"

Diposting oleh Eha Julaeha di 00.48 0 komentar
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi       :  Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya         : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis        : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis     : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

Disini saya akan membahas masalah sosial tentang kemiskinan.
Kemiskinan? Mungkin kita tidak asing lagi dengan kata-kata kemiskinan. Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial pada Faktor Ekonomi. Kemiskinan menjadi salah satu masalah di Indonesia sejak dulu hingga sekarang apalagi sejak adanya krisis ekonomi dan moneter yang terjadi pada tahun 1997. Kemiskinan sering membuat anak – anak yang menjadi pihak yang dirugikan karena rendahnya tingkat pendidikan.
Di indonesia kemiskinan salah satu contoh masalah sosial yang tak pernah bisa terselesaikan. Pada tahun 1996 sampai sekarang persentasi kemiskinan makin tinggi. Pada tahun 1996, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia yaitu sebesar 17,5 persen atau 34,5 juta orang. Bahkan, berdasarkan angka Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2001, persentase keluarga miskin (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) pada 2001 mencapai 52,07 persen, atau lebih dari separuh jumlah keluarga di Indonesia. Bahkan Menurut data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), angka kemiskinan Indonesia pada 2008 sebesar 37,17 juta dan di 2009 menjadi 33,714 jutaTerlihat bagaimana persentase kemiskinan dari tahun ke tahun makin meningkat di Indonesia.
 

 “Siapa saja para pelaku sosialnya?”
Warga Indonesia dan Pemerintah (baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah) yang menjadi pelaku sosial dalah masalah kemiskinan.

“Cara Penanganannya?”
Pemerintah berusaha mencari solusi untuk menangani masalah kemiskinan. Namun program-program tersebut belum bisa menyelesaikan masalah ini yang tahun ke tahun persentase angka kemiskinan meningkat.  Seperti halnya program “RASKIN”. Menurut blog yang pernah saya baca program ini bukannya untuk untuk pemberdayaan, bahkan dapat menimbulkan ketergantungan dimana nantinya akan menimbulkan korupsi yang terjadi. Sehingga sangat sulit untik menyelesaikan masalah kemiskinan tersebut.

Lalu harus bagaimana seharusnya?

Menurut saya, pemerintah lebih baik memperbanyak lapangan pekerjaan. Karena kemiskinan dapat merugikan banyak orang seperti halnya yaitu aksi kriminalitas. Kemiskinan juga dapat terjadi karena kurangnya keterampilan yang dimiliki seseorang sehingga seseorang tesebut tidak ingin untuk mencari pekerjaan. selain dengan memperbanyak lapangan pekerjaan menurut saya dengan pelatihan keterampilan akan mengurangi persentase jumlah dari kemiskinan yang saat ini sangat tinggi.


 

Eha Julaeha Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting Graphic from Enakei