Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara
unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok
sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan
gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau
masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang
mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat
menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam.
Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki
kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial,
musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis
faktor, yakni antara lain :
1.
Faktor Ekonomi : Kemiskinan,
pengangguran, dll.
2.
Faktor Budaya : Perceraian,
kenakalan remaja, dll.
3.
Faktor Biologis : Penyakit menular,
keracunan makanan, dsb.
4.
Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
Disini
saya akan membahas masalah sosial tentang TAWURAN
ANTAR PELAJAR.
Mungkin kita tidak asing lagi dengan kata-kata Tawuran
antar pelajar. Tawuran antar pelajar sudah banyak sekali terjadi di Indonesia
ini baik di kota besar ataupun kota-kota kecil. Peristiwa ini termasuk masalah
sosial dalam faktor budaya karena perbedaan yang terjadi dalam masyarakat
sehingga terjadilah tawuran. Contohnya saja pada tanggal 24 September 2012 telah
terjadi tawuran antar dua Sekolah Menengah Atas di Jakarta yaitu SMAN 6 Jakarta dan SMAN 70 Jakarta. Menurut salah satu
media massa yang saya baca, tawuran tersebut terjadi tanpa ada adu mulut
sebelumnya. Tawuran yang terjadi pada 2 sekolah tersebut bukan yang terjadi
pertama kali tapi sudah terjadi berulang kali.
“Siapa
saja para pelaku sosialnya?”
Para Pelajar
kedua sekolah tersebut, Pihak Sekolah, Kepolisian dan Pemerintah. Namun selain
itu orang tua juga termasuk pelaku sosial.
“Cara Penanganannya?”
Pemerintah
berusaha mencari solusi untuk menangani masalah tersebut. Namun masih saja masalah sosial tersebut terjadi.
Lalu
harus bagaimana seharusnya?
Menurut
saya, dari pihak sekolah selalu mengadakan kegiatan yang bermanfaat seperti
pekan olahraga setiap minggu antar sekolah, mengadakan bimbingan dari pihak
sekolah untuk mengisi jam BK di sekolah dan juga memberikan sanksi yang tegas.
Dari pihak orang tua juga harus lebih mengawasi dan memperhatikan anak-anaknya.
Selain itu orang tua juga jangan terlalu mengekang anak-anaknya. Selain dari
peran orang tua dan pihak sekolah, harus ada peran pemerintah disini yaitu
dengan lebih menegakkan hukum, sanksi dan disiplin yang lebih tegas.

0 komentar:
Posting Komentar