Minggu, 22 Mei 2016

DNS, Mail Server, FTP, DHCP, Web Server

Diposting oleh Eha Julaeha di 02.20
Domain Name Server (DNS)
DNS yang kepanjangan dari Domain Name Server. Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

Konfigurasi Domain Name System
Untuk melihat lebih detail konfigurasi domain name system pada Debian yaitu
Langkah 1
Lakukan penginstallan bind9 dan jalankan perintah  server-debian:~# apt-get install bind9 pada terminal dan tekan enter. Kemudian memasukkan DVD dan tekan enter. Seperti gambar dibawah ini :

Langkah 2
Langkah selanjutnya yaitu membuat zone forward dab zone reserse dengan menambahkan pada file /etc/bind.named.conf.local dengan menggunakan perintah  server-debian:~# vim /etc/bind/named.conf.local. Untuk memasukan script tersebut dengan menekan tombol insert dan script tersebut ditambahkan di baris paling akhir. Berikut scriptnya :

zone “linuxdebian.or.id” {
type master;
file “db.forward”;
};
zone “0.168.192.in-addr.arpa” {
type master;
file “db.reverse”;
};

Setelah menambahkan script tersebut kemudian tekan tombol esc dan ketikan perintah :wq. Perintah tersebut digunakan untuk menyimpan dan keluar.

Langkah 3
Untuk membuat zone forward dengan membuat folder baru pada direktori var/cache/bind/ dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /var/cache/bind/forward dan kemudian tekan insert untuk menambahkan script dibawah ini :

@ IN SOA server-debian.linuxdebian.or.id.admin.linuxdebian.or.id.(
2009061601
28800
14400
3600000
86400 )
@ IN NS server-debian.linuxdebian.or.id.
IN MX 10 mail.linuxdebian.or.id.
server-debian IN A 192.168.0.5
www IN CNAME server-debian
ftp IN CNAME server-debian
mail IN CNAME server-debian

Setelah itu simpan script tersebut dengan menekan tombol ecs dan ketik perintah :wq

Langkah 4
Untuk membuat zone reverse, dengan membuat folder baru pada direktori var/cache/bind/ dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /var/cache/bind/reverse dan tekan insert untuk menambahkan script dibawah ini

@ IN SOA server-debian.linuxdebian.or.id.admin.linuxdebian.or.id.(
2009061602
28800
14400
3600000
86400 )
IN NS server-debian.linuxdebian.or.id.
5 IN PTR server-debian.linuxdebian.or.id.


Untuk menyimpan script tersebut dengan menekan tombol esc dan mengetikan perintah :wq

Langkah 5
Setelah membuat zone reverse yaitu menambahkan DNS Server untuk dijadikan forwarders atau DNS local yang ditambahkan pada file /etc/bind/named.conf.options dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /etc/bind/named.conf.options dan tekan insert untuk menambahkan 2 IP Address yang merupakan DNS ISP seperti di bawah ini :

Setelah itu simpan script tersebut dengan menekan tombol esc dan mengetikan perintah :wq.

Langkah 6
Langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan pengaturan pada file /etc/resolv.conf dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /etc/resolv.conf dan tambahkan script seperti dibawah ini
search linuxdebian.or.id.
nameserver 192.168.0.5
nameserver 118.98.224.2
nameserver 118.98.224.3



Langkah 7
Setelah melakukan pengaturan kemudian melakukan restart pada paket bind9 dengan menggunakan perintah server-debian:~# /etc/init.d/bind9 restart


Langkah 8
Langkah terakhir yaitu mengecek apakah DNS yang telah dikonfigurasi berhasil atau tidak dengan mengetikan perintah :
server-debian:~# nslookup server-debian.linuxdebian.or.id
server-debian:~# nslookup 192.168.0.5


Mail Server
Adalah Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa http://FTP.

Prinsip kerja mail server yaitu:
  • Jika ada mail local maupun mail remote yang mepergunakan SMTP, diletakkan kedalam direktori /var/mail/postfix/maildrop.
  • Di sini akan dicek host, domain, maupun user name yang dituju. Pengecekan juga termasuk yang didefinisikan di /etc/aliases dan ~/.forward. Jika bermasalah, mail akan dikembalikan ke pengirim. Bisanya ada satu tembusan ke postmaster.
  • Dari maildrop, mail akan di clean up dengan menambah header dan meletakkan di direktori /var/mail/postfix/imcoming. Disini program queue manager akan diaktifkan.
  • Queue manager akan memisahkan mail-mail yang ditujukan untuk jaringan local dan mail yang ditujukan untuk host jaringan remot. Jika ada mail yang macet, Queue Manager akan memilahnya sehingga tidak mempengaruhi pengaturan mail lainnya.
  • Trivial-rewrite adalah program yang dipanggil oleh Queue Manager untuk resolving alamat dari tujuan surat. Software client mail yang digunakan adalah squirrelmail versi 1.4.20. squirrelmail 1.4.20 merupakan client mail berbasis web. Keuntungan client mail berbasis web yaitu user tidak perlu mengatut konfigurasi mail client. Sehingga user cukup hanya mengetahui user name, password, dan URL/IP address ke mail client.
Konfigurasi Mail Server Pada Debian
Untuk konfigurasi mail server pada debian yaitu seperti dibawah ini :

Langkah 1
Langkah pertama yaitu melakukan penginstallan pada paket postfix, courier-imap, squirrelmain dengan mengetikan perintah server-debian:~# apt-get install postfix courier-imap squirrelmail


Kemudian pilih “yes” dan tekan tombol enter untuk melanjutkan installan tersebut.


Untuk melanjutkan proses penginstallan dengan menekan “OK”.


Kemudian akan muncul tampilan postfix configuration dan pilih Internet Site dan tekan tombol enter.


Kemudian masukan domain name pada system mail name yang digunakan sebagai alamat email dari mail server. Setelah itu, tekan enter untuk melanjutkan proses penginstallan.


Langkah 2
Setelah itu, melakukan perubahan pada file /etc/postfix/main.cf dan ketikan perintah server-debian:~# vim /etc/postfix/main/cf. Kemudian lakukan perubahan pada kode program yang ada dengan kode program dibawah ini :

myhostname = server-debian.linuxdebian.or.id
alias_maps = hash:/etc/aliases
alias_database = hash:/etc/aliases
myorigin = server-debian.linuxdebian.or.id
mydestination = linuxdebian.or.id, server-debian.linuxdebian.or.id,
localhost.linuxdebian.or.id, localhost, $myhostname, $myorigin
relayhost = mynetworks = 127.0.0.0/8 [::ffff:127.0.0.0]/104 [::1]/128 192.168.0.0/24
#mailbox_command = procmail -a “$EXTENSION”
mailbox_size_limit = 0
recipient_delimiter = +
inet_interfaces = all
home_mailbox = Maildir/


Langkah 3
Untuk langkah ke 3 lakukan pengaturan pada squirrelmail dnegan menggunakan perintah server-debian:~# /etc/squirrelmail/conf.pl. Kemudian pilih Server setting dan tekan enter.

Kemudian akan muncul tampilan server settings dan pilih no 1 kemudian tekan enter. Setelah itu, masukan nama domain dan tekan tombol enter.

Setelah tombol enter akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan tekan tombol r. Kemudian tekan tombol enter yang digunakan untuk kembali ke menu awal.


Kemudian akan muncul tampilan menu awal dan tekan tombol d yang digunakan untuk melakukan pengaturan server imap.


Setelah itu, mengetikan perintah courier dan tekan tombol enter.


Kemudian tekan tombol s dan tekan enter untuk menyimpan konfigurasi.


Untuk keluar dari konfigurasi tekan q kemudian tekan enter.


Langkah 4
Untuk menyimpan email yang masuk dengan membuat directory pada directory /etc/skel dan ketikan perintah server-debian:~# maildirmake / etc/skel/Maildir

Langkah 5
Langkah selanjutnya yaitu dengan membuat symlink yang digunakan untuk squirrelmail dengan menggunakan perintah server-debian:~# ln -s /etc/squirrelmail/apache.conf /etc/apache2/conf.d/squirrelmail.conf

Langkah 6
Kemudian lakukan perubahan file pada /etc/apache2/conf.d/squirrelmail.conf. dengan menggunakan perintah server-debian:~# vim /etc/apache2/conf.d/squirrelmail.conf.
Setelah itu, lakukan perubahan pada /squirrelmail menjadi /webmail dengan menggunakan perintah seperti gambar dibawah ini :


Langkah 7
Lakukan restart pada layanan postfix, courier-imap dan apache2 dengan menggunakan perintah
server-debian:~# /etc/init.d/postfix restart
server-debian:~# /etc/init.d/courier-imap restart
server-debian:~# /etc/init.d/apache2 restart


Langkah 8
Kemudian membuat user baru contoh dengan menggunakan nama guest. Pada user ini akan digunakan untuk mencoba mail server dengan menggunakan perintah server-debian:~# adduser guest.

Langkah 9
Langkah terakhir dengan melakukan pengetesan pada mail server dengan menggunakan perintah server-debian:~# links http://www.linuxdebian.or.id/webmail. Untuk login dengan menggunakan user dan password yang telah dibuat sebelumnya


Dan lakukan pengetesan mail server dengan mengirimkan email ke user sendiri dengan cara pilih compose dan tuliskan pesan yang akan dikirimkan.


Untuk mengetahui apakah konfigurasi mail server yang telah dikonfigurasi berhasil dengan ditandai email yang dikirim telah diterima.


FTP
FTP adalah salah satu dari pelayanan Internet yang banyak digunakan. Dengan FTP pemakai dapat menyalin file-file dari satu komputer ke komputer yang lain. File-file tersebut dapat berisi segala macam informasi yang dapat disimpan dalam sebuah komputer, misalnya : teks ASCII, teks terformat, gambar, suara, dan lain-lain.

User menggunakan fasilitas ftp dengan menggunakan program ftp client. Pada sistem operasi UNIX yang telah dilengkapi dengan TCP/IP telah disertakan pula program ftp, sedangkan untuk sistem operasi lainnya harus ditambahkan misal :
  • WS FTP untuk Windows 3.1 dan Windows NT, dan Windows 95 
  • FTP Chameleon Minuet, dan NCSA ftpbin untuk DOS
Di dalam pemakaian FTP, dikenal ada 2 macam hak akses bagi pemakai, yakni : 
  • Setiap pemakai dapat menggunakan FTP untuk mengakses sebuah host (dengan gratis). Hal ini dikenal sebagai anonymous FTP. Pemakaian anonymous FTP ini adalah dengan cara memasukkan loginnya anonymous dan passwordnya dapat berupa alamat mail atau guest atau tanpa password (tergantung dari host yang akan dituju). 
  • Hanya pemakai tertentu saja yang dapat menggunakan FTP untuk mengakses sebuah host (biasanya pemakai tersebut merupakan anggotanya - dengan biaya tertentu). Pemakaian FTP ini adalah dengan cara memasukkan loginnya dan passwordnya sesuai dengan yang telah didaftarkan sebelumnya.
Konfigurasi FTP pada Debian
Untuk melihat konfigurasi FTP pada debian terdapat pada blog saya sebelumnya yaitu https://ehajulaeha27.blogspot.co.id/2015/11/konfigurasi-ftp-pada-debian_28.html (Klik Disini)

DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang meminta IP Address disebut dengan DHCP Client sedangkan komputer yang memberikan IP Address disebut sebagai DHCP Server. Dengan demikian Administrator tidak perlu lagi memberikan IP Address secara manual tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server. IP Address diberikan bersama dengan subnet mask, dan default gateway. IP Address dipinjamkan dalam masa waktu tertentu yang disebut dengan lease periode. Bisa dalam hitungan hari, jam atau menit.

Konfigurasi DHCP pada Debian
Untuk melihat konfigurasi DHCP pada debian terdapat pada blog saya yang sebelumnya berikut linknya https://ehajulaeha27.blogspot.co.id/2015/11/konfigurasi-dhcp-pada-debian.html (Klik Disini)

Web Server
Web Server adalah software server yang menjadi tulang belakang dari World Wide Web (WWW). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti netscape navigator, Internet Explorer, modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu dan kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data ini mempunyai format yang standar disebut dengan format SGML ( Standard General Markup Language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser itu. Contohnya ialah bila data yang dikirim berupa data gambar, browser yang hanya mampu menampilkan text (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkannya dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja. Web Server, untuk berkomunikasi dengan clientnya (web browser) mempunyai protokol sendiri yaitu HTTP (HyperText Transfer Protocol). Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan clientnya (browser) dapat saling dimengerti dan lebih mudah.

Konfigurasi Web Server pada Debian

Untuk melihat konfigurasi Web Server pada debian terdapat pada blog saya yang sebelumnya berikut linknya yaitu https://ehajulaeha27.blogspot.co.id/2015/11/konfigurasi-web-server-pada-debian.html (Klik Disini)



Sumber : 

  • http://directory.umm.ac.id/Operating%20System%20Ebook/SUSE/suse7.pdf
  • http://directory.umm.ac.id/Operating%20System%20Ebook/Windows/Windows%202003/Memahami%20DHCP%20pada%20windows%202003.pdf
  • http://blogekospeed.blogspot.co.id/2013/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html
  • http://idkf.bogor.net/linux-heboh/September%202001/internet-5-file-transfer-protocol.pdf
  • http://download1334.mediafire.com/8o2600o269ag/11c4phzxc2hjdtd/RahasiaDNS.pdf

0 komentar:

Posting Komentar

 

Eha Julaeha Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting Graphic from Enakei