Nama saya Eha.
Saya lahir di Purwakarta sekitar 17 tahun yang lalu. Saya anak kedua dari dua
bersaudara mungkin lebih dikenal dengan anak bungsu. Sekarang saya kuliah di salah
satu universitas swasta di Bekasi. Saya punya seorang saudara laki-laki yang
umurnya terlampau jauh. Karena itulah saya sering mengganggap kakak sebagai
salah satu inspirasi saya. Karena inspirasi tersebut, saya pun ingin mengikuti jejak kakak yang kuliah di Teknik Informatika.
Ketika saya kecil,
keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam hidup saya. Pengaruh
keluarga tersebut membuat saya dapat meniru berbagai macam kegiatan yang
dilakukan seperti: cara makan, cara berbicara, dan tingkah laku. Selain dari
meniru tingkah laku, keluarga juga mengajarkan akan tolong menolong kepada
sesama yang membutuhkan.
Saya juga diberikan nasihat jika melakukan kesalahan yang tidak baik walaupun sering sekali saya saat itu kesalahan yang sama sering dilakukan. Namun dengan sabar dan lembut keluarga saya tetap memberitahukan saya untuk tidak pernah mengulangi perbuatan yang tidak baik. Dalam bermain bersama teman juga saya sering mengatur permainan karena melihat ayah yang sering mengatur dalam keluarga.
Sifat manja karena anak bungsu selalu ditunjukkan. Berusaha membujuk untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sampai beranjak remaja, sifat manja selalu ada dalam diri saya. Namun orang tua yang mengerti akan keadaan saya yang anak bungsu selalu dapat memahami.
Saya juga diberikan nasihat jika melakukan kesalahan yang tidak baik walaupun sering sekali saya saat itu kesalahan yang sama sering dilakukan. Namun dengan sabar dan lembut keluarga saya tetap memberitahukan saya untuk tidak pernah mengulangi perbuatan yang tidak baik. Dalam bermain bersama teman juga saya sering mengatur permainan karena melihat ayah yang sering mengatur dalam keluarga.
Sifat manja karena anak bungsu selalu ditunjukkan. Berusaha membujuk untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sampai beranjak remaja, sifat manja selalu ada dalam diri saya. Namun orang tua yang mengerti akan keadaan saya yang anak bungsu selalu dapat memahami.
Lingkungan sekitar yang terbilang mulai mengikuti perkembangan jaman membuat saya ingin mengikutinya. Jaman sekarang yang orang-orang mempunyai handphone yang sangat canggih membuat saya ingin memilikinya. Sebenarnya menggunakan handphone tidak asing lagi di seluruh dunia ini karena memudahkan untuk berkomunikasi. Dan saya juga mengetahui dampak negatif dari handphone canggih tersebut yaitu memakan waktu karena selalu menggunakan handphonenya. Tapi karena takut dikatakan gagap teknologi (gaptek) dan tidak mau kalah menggunakan teknologi yang canggih akhirnya saya meminta orang tua untuk membelikannya.
Selain handphone, internet untuk sosial media juga termasuk karena melihat teman-teman yang telah mempunyai facebook ataupun twitter akhirnya saya membuat user facebook dan twitter. Memang dengan mempunyai user sosial media memudahkan kita untuk lebih berinteraksi dengan orang-orang yang jauh.
Beginilah saya yang tidak mau kalah dari orang lain, ingin selalu jadi yang terbaik, dan selalu mempunyai harapan untuk selalu membahagiakan keluarga.

2 komentar:
itu paragrafnya dibenerin agar enak dibaca
yang mana?
Posting Komentar